Maret 2026
Bali Bersiap Terapkan Pemeriksaan Keuangan Wisman Mulai 2026
Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan rencana screening keuangan wisman mulai 2026 untuk mendorong 'quality tourism' setelah pencatatan rekor 7,05 juta kunjungan wisman di 2025. Kebijakan ini akan memeriksa rekening tabungan 3 bulan terakhir, rencana perjalanan, dan kemampuan finansial wisatawan asing sebagai persyaratan masuk.
Rekor Kedatangan Wisman Memicu Kebijakan Baru
Bali mencatat 7,05 juta kedatangan wisatawan asing melalui udara sepanjang 2025, menandai tingkat tertinggi dalam sejarah pariwisata pulau ini. Namun, lonjakan ini juga memicu kekhawatiran tentang dampak negatif dari beberapa wisatawan bermasalah.
Detail Kebijakan Screening Keuangan
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kebijakan tersebut akan mengharuskan wisatawan asing menunjukkan sumber daya keuangan yang memadai, termasuk peninjauan tabungan selama tiga bulan sebelumnya. Pihak berwenang juga akan menilai berapa lama turis bermaksud tinggal dan kegiatan apa yang mereka rencanakan saat berada di pulau.
Meski petugas dapat meminta bukti dana, ini terutama ditargetkan pada pelancong dengan tiket sekali jalan atau yang dicurigai bekerja secara ilegal. Wisatawan disarankan memiliki screenshot saldo bank atau limit kartu kredit terbaru di ponsel mereka.
Implementasi dan Dampak Industri
Aturan yang diusulkan dapat mulai berlaku sejak Maret 2026, dengan opsi verifikasi muka yang memungkinkan wisatawan mengunggah dokumen sebelum naik pesawat. Dalam industri pariwisata Bali, reaksi terhadap screening 2026 yang diusulkan beragam, dengan banyak pemilik hotel dan operator tur mendukung langkah-langkah untuk mengurangi perilaku mengganggu.
"Penting untuk menentukan wisatawan asing mana yang diizinkan masuk dan mana yang tidak, sehingga pengunjung tidak menimbulkan masalah dan malah berkontribusi positif. Ke depan, kami akan fokus pada quality tourism, bukan sekadar angka," kata Koster.