← Kembali ke daftar berita

April 2026

Bali Siap Terapkan Aturan Screening Turis 2026: Verifikasi Keuangan dan Itinerary Wajib

Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan pemeriksaan ketat untuk wisman mulai 2026, termasuk verifikasi rekening koran dan itinerary perjalanan sebagai bagian dari kebijakan 'quality tourism'.

Kebijakan Baru 'Quality Tourism' Mulai 2026

Bali bersiap menerapkan pemeriksaan yang lebih ketat untuk wisatawan asing pada 2026, dengan pejabat mengkonfirmasi rencana untuk memverifikasi kapasitas keuangan dan itinerary detail sebagai bagian dari dorongan untuk yang mereka sebut sebagai 'quality tourism'. Gubernur Wayan Koster mengatakan kerangka kerja baru tersebut, yang secara resmi berjudul Peraturan Daerah tentang Implementasi Pariwisata Berkualitas, hampir selesai dan diharapkan akan dibahas oleh legislatif daerah selama 2026.

Verifikasi Keuangan dan Dokumen Perjalanan

Langkah-langkah yang diusulkan akan mengharuskan banyak liburan untuk menunjukkan catatan bank, bukti perjalanan keluar, dan akomodasi yang terkonfirmasi sebelum diizinkan masuk ke pulau. Wisatawan asing akan dinilai berdasarkan kecukupan dana mereka relatif terhadap lamanya dan tujuan tinggal mereka. Alih-alih saldo minimum tetap tunggal, petugas imigrasi akan meninjau catatan keuangan terbaru, dengan fokus pada tabungan dan dana yang dapat diakses selama tiga bulan sebelumnya.

Sistem Verifikasi Online dan di Bandara

Pejabat telah mengusulkan pemeriksaan di konter dan pengiriman pra-kedatangan melalui portal online. Opsi verifikasi di muka, yang akan dihosting di platform nasional atau provinsi, dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan memungkinkan pengunjung mengunggah dokumen sebelum naik pesawat mereka. Ada juga pembicaraan tentang mengintegrasikan pemeriksaan ini dengan sistem kedatangan digital All Indonesia baru Indonesia, yang sudah mengumpulkan data tentang di mana wisatawan akan tinggal dan berapa lama mereka berencana untuk tetap di negara tersebut.

Dampak untuk Industri Pariwisata

Dalam industri pariwisata Bali, reaksi terhadap usulan screening 2026 beragam. Banyak pemilik hotel, pengelola villa, dan operator tur mendukung langkah-langkah untuk mengurangi perilaku yang mengganggu dan tinggal jangka panjang yang jarang diterjemahkan ke dalam pengeluaran lokal yang signifikan. Waktu langkah-langkah 2026 mencerminkan campuran kekhawatiran lama dan tekanan baru yang meningkat dalam rebound pariwisata pasca-pandemi. Otoritas lokal telah berulang kali melaporkan kasus orang asing yang kehabisan uang dan menggunakan perilaku yang meregangkan atau melanggar aturan, dari perdagangan jalanan tanpa izin dan pemandu tidak sah hingga kampanye crowdfunding media sosial yang meminta orang lain membayar untuk tinggal mereka.

Artikel ini dirangkum otomatis oleh Claude AI. Bukan pernyataan resmi dari pemerintah atau instansi terkait.