April 2026
Bali Terapkan Kebijakan Tabungan Minimal untuk Wisman Mulai 2026
Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan regulasi baru yang mewajibkan wisatawan mancanegara memiliki tabungan minimal untuk mendorong pariwisata berkualitas. Kebijakan ini akan diberlakukan melalui Perda Penyelenggaraan Pariwisata Berkualitas yang ditargetkan berlaku tahun 2026.
Aturan Tabungan Minimal untuk Wisman
Pemerintah Provinsi Bali berencana menerapkan regulasi baru bagi wisatawan mancanegara mulai tahun 2026 melalui draft Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Pariwisata Berkualitas yang akan mengatur syarat tabungan minimal wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan, "Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan."
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa penyusunan perda ini hampir rampung dan akan segera diajukan ke DPRD Bali, dengan target aturan ini bisa diberlakukan pada tahun ini sebagai salah satu program prioritas pariwisata 2026.
Latar Belakang Kebijakan
Data yang dipaparkan di hadapan Menteri Pariwisata menunjukkan kunjungan wisman ke Bali sepanjang tahun 2025 mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah, tercatat sebanyak 7,050 juta orang masuk melalui jalur udara dan 71 ribu orang melalui jalur laut. Namun, besarnya volume kunjungan tersebut dinilai sulit untuk disaring, dengan Koster menyatakan "Semua dikerahkan supaya orang mau datang ke Bali, itulah yang berlangsung sekarang jadilah dia (wisman) keenakan, nah ini harus kita atasi."
Tujuan dan Dampak yang Diharapkan
Langkah ini diambil untuk mendorong terciptanya pariwisata berkualitas, salah satunya dengan memastikan kondisi finansial calon wisatawan melalui pemeriksaan saldo tabungan. Selain pemeriksaan saldo tabungan, Pemprov Bali juga akan memantau durasi tinggal serta rencana aktivitas yang akan dilakukan wisman selama berkunjung.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir perilaku negatif wisatawan di Bali serta memberikan dampak ekonomi yang lebih positif bagi sektor pariwisata. Wisatawan yang memiliki kecukupan dana akan lebih leluasa berbelanja dan menikmati layanan lokal, sehingga mendukung peningkatan kualitas pengalaman wisata dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.