← Kembali ke daftar berita

Maret 2026

Konflik Timur Tengah Pukul Pariwisata Bali: Wisman Turun 800 Orang Per Hari

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada pariwisata Bali dengan penurunan kunjungan wisman mencapai 800 orang per hari dalam empat hari terakhir, terutama dari kawasan Timur Tengah. Sebanyak 35 penerbangan internasional ke Bandara Ngurah Rai dibatalkan akibat penutupan ruang udara di wilayah konflik.

Dampak Konflik Terhadap Kedatangan Wisman

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik tersebut telah memicu penurunan signifikan pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata. Dalam satu hari itu kira-kira 800-an orang yang dari Timur Tengah, ungkap Koster saat ditemui di Pantai Jimbaran, Badung.

Berdasarkan data otoritas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai periode 28 Februari hingga 4 Maret 2026, tercatat 35 penerbangan internasional batal akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah. Hal ini mengkonfirmasi dampak nyata konflik terhadap konektivitas udara ke Bali.

Pergeseran Rute Penerbangan dan Solusi

Selama ini, sebagian besar wisman Eropa menggunakan maskapai asal Timur Tengah dan melakukan transit di hub besar seperti Dubai atau Doha karena keterbatasan penerbangan langsung ke Bali. Namun, Yang tadinya lewat Dubai atau Doha, mereka akan beralih ke Singapura atau Thailand, sebagai alternatif solusi.

Ia menambahkan bahwa saat ini hanya penerbangan dari Rusia yang memiliki akses langsung ke Bali. Sementara negara Eropa lainnya yang biasanya transit di Timur Tengah terpaksa mencari alternatif karena penutupan sejumlah ruang udara di wilayah konflik.

Harapan Stabilisasi dan Dampak Jangka Panjang

Pemerintah Provinsi Bali berharap ketegangan di Timur Tengah segera mereda agar tidak memberikan dampak jangka panjang bagi pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Koster menekankan bahwa stabilitas rute penerbangan sangat krusial bagi kepastian kedatangan wisatawan.

Penurunan kunjungan ini menjadi tantangan baru bagi Bali di tahun 2026, mengingat target kunjungan wisman yang sedang dipacu untuk memperkuat cadangan devisa dalam Mata Uang Rupiah melalui sektor jasa pariwisata.

Artikel ini dirangkum otomatis oleh Claude AI. Bukan pernyataan resmi dari pemerintah atau instansi terkait.